18 August 2026

Museum Pusaka Karo

Mengenal Museum di Sumatera Utara


Museum Pusaka Karo adalah salah satu museum di Jl. Perwira, Sumatera Utara, Indonesia yang menyimpan koleksi barang-barang pusaka masyarakat Karo. Museum ini didirikan oleh misionaris Kapusin Belanda bernama Leonardus Egidius Joosten. Bangunan museum ini sebelumnya merupakan gedung Gereja Katolik Santa Maria Berastagi yang sudah tidak digunakan lagi. Pembangunan museum dimulai pada tahun 2010 dan peresmian dilakukan pada tanggal 9 Februari 2013 oleh Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya dan Lisa Tirto. Museum Pusaka Karo berada dalam pengelolaan Yayasan Pusaka Karo. Koleksi Museum Pusaka Karo berupa benda pusaka asli Karo yang disumbangkan atau dititipkan oleh masyarakat Karo.

Museum memiliki 70 koleksi berharga, di Museum Pusaka Karo, koleksi benda sejarah tidak hanya berasal dari institusi atau sumber formal, namun juga disumbangkan oleh warga sekitar 30 individu yang menyerahkan berbagai barang bersejarah untuk dipamerkan di museum. Namun, barang-barang ini dipinjamkan dan dapat dikembalikan kapan saja sesuai kebutuhan pemiliknya.

Museum ini memiliki lebih dari 800 buah koleksi benda sejarah yang berasal dari berbagai periode, bahkan sejak abad ke-18. Barang-barang ini, yang sebagian besar sudah cukup tua, menyimpan banyak cerita masa lalu, seperti anting-anting, perkakas pertukangan dan berburu, peralatan pertanian, topeng, dan masih banyak lagi.

Salah satu peninggalan sejarah yang menarik adalah koleksi Pustaka Lak-lak. Pustaka Lak-lak merupakan buku dengan aksara kuno yang dimiliki oleh Suku Karo. Buku-buku ini terbuat dari kulit kayu dan ditulis dengan aksara asli Karo. Isinya mencakup mantra-mantra yang dituliskan dengan tinta yang terbuat dari getah kayu.

Buku-buku kuno ini bervariasi dalam ukuran, mulai dari yang kecil hingga ukuran yang lebih besar. Sebagian buku kuno ini pada awalnya dibawa oleh Belanda dari Tanah Karo, tetapi kemudian dikembalikan dan dipamerkan di museum sebagai peninggalan khas dari Suku Karo. Anda masih bisa melihat koleksi buku kuno ini ketika mengunjungi Museum Pusaka Karo.

Di sekitar Museum Pusaka Karo, terdapat berbagai destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, di antaranya adalah:

Pemandangan alam sekitarnya yang asri, seperti hamparan sawah, lembah, dan perbukitan hijau, menambah daya tarik wisata ini. Selain itu, pengunjung dapat menemukan berbagai flora dan fauna di sepanjang perjalanan.

Karo juga terkenal karena dua gunung berapi besar di wilayahnya, yaitu Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Meskipun Gunung Sinabung pernah meletus pada tahun 2010, tetapi masih menjadi ikon Kabupaten Karo. Gunung Sibayak juga merupakan destinasi menarik, di mana pengunjung dapat menikmati pemandangan kawah yang menakjubkan, terutama saat matahari terbit atau terbenam.

Selain wisata alam, Kabupaten Karo menawarkan pengalaman berkunjung ke Desa Budaya, tempat yang mempertahankan adat dan budaya khas Karo. Desa Budaya seperti Desa Sempa Jaya atau Desa Budaya Lingga menampilkan arsitektur rumah adat khas Karo, seperti Rumah Siwaluh Jabu, yang memiliki nilai sejarah tinggi sebagai peninggalan Kerajaan Karo.

Bagi para petualang, Gua Liang Dahar di Desa Lau Buluh, Kecamatan Kuta Buluh Simole, Kabupaten Karo, menawarkan pengalaman yang menantang. Gua ini memiliki ruang besar dengan ukuran yang mencapai ratusan meter persegi, serta beberapa ruang kecil lainnya. Di dalam gua, pengunjung dapat menemukan mata air yang masih mengalir, serta sarang burung layang-layang di bagian atas dinding gua.

Taman alam juga dapat dinikmati di Kabupaten Karo, seperti Taman Hutan Raya Bukit Barisan dan Taman Alam Lumbini. Taman-taman ini memberikan pengalaman yang mendalam dalam menikmati keindahan alam serta nuansa religius melalui berbagai fasilitas yang tersedia, seperti sejumlah pagoda yang merupakan artefak budaya.

author

Karina Wanda, S.Pd., M.Pd.

Dosen PGSD Konsentrasi IPS di FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Mahasiswa Program Doktoral Universitas Negeri Yogyakarta

0 Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

you may also like

  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Al Washliyah
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Koleksi dan Galeri Raz
  • by Karina
  • 10 August 2026
Open Air Museum Rumah Bolon Purba
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Zoologi
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Simalungun
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Sumatera Utara
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Kota Tebing Tinggi
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Karo Lingga
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Juang 45 Sumatera Utara
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Daerah Kabupaten Langkat
  • by Karina
  • 09 August 2026
Museum Balai Budaya Batak Arjuna
  • by Karina
  • 25 January 2024
Museum Daerah Deli Serdang
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Bukit Barisan
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Upside Down World
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Pusaka Nias
  • by Karina
  • 17 January 2024
Museum Gedung Arca
  • by Karina
  • 17 January 2024
Museum Huta Bolon Simanindo
  • by Karina
  • 17 January 2024
Pusat TB Silalahi
  • by Karina
  • 17 January 2024
Rumah Tjong A Fie
  • by Karina
  • 12 January 2024
Museum Kotta Cinna