18 August 2026

Museum Perjuangan TNI Kodam 1 Bukit Barisan

Mengenal Museum di Sumatera Utara


Museum Perjuangan TNI Kodam 1 Bukit Barisan  merupakan museum yang terletak di Jalan Zainul Arifin no.8 Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Walaupun namanya adalah Museum perjuangan TNI, tetapi koleksi yang terdapat pada museum ini tidak hanya perlengkapan militer tetapi juga peninggalan arkeologi, senirupa, relief dan monumen.

Bangunan Museum Perjuangan TNI Kodam I Bukit Barisan ini memiliki sejarah yang cukup panjang hingga menjadi Museum. Didirikan pada 1928, bangunan ini awalnya digunakan sebagai bangunan Asuransi NV. Levensverzekering Mattschappiy "Arhnehen". Pada 1942-1945, bangunan ini dikuasai oleh Jepang seiring pendudukan Jepang di Nusantara. tiga tahun dikuasai Jepang bangunan ini beralih penguasaan di tangan Inggris yang membonceng sekutu pada 1945-1947.

Gedung yang menjadi tempat Museum Perjuangan Kodam I ini awalnya dibangun pada 1928 sebagai gedung NV Insurance yang bernama Levensverzekering Mattschapphiy "Arhnehen". Pada masa pendudukan Jepang di Nusantara (1942-1945), bangunan tersebut berada di bawah kendali Jepang. Setelah periode tersebut, bangunan tersebut dikuasai oleh Inggris, dari 1945 hingga 1947.

Setelah itu bangunan ini kembali dikuasai oleh Belanda selama dua tahun (1947-1949). Pada 1949-1959 bangunan ini dikuasai Indonesia dan difungsikan sebagai kantor Pangdam I sampai III. Berlanjut dari 1959-1971 berubah menjadi Kantor Angkutan Kodam hingga 1971 barulah menjadi Gedung Museum Perjuangan TNI. Pada 5 Oktober 1996, Pangdam I Bukit Barisan meresmikan bangunan ini yang sudah selesai direnovasi dan meresmikan namanya menjadi Museum Perjuangan TNI.

Museum Perjuangan TNI memiliki sejarah yang panjang sebelum akhirnya menjadi sebuah institusi museum yang dikenal saat ini. Meskipun namanya menekankan pada "Perjuangan TNI," tetapi koleksi museum ini tidak terbatas hanya pada peralatan militer. Sebaliknya, museum ini juga memamerkan berbagai artefak yang mencakup bidang arkeologi, seni rupa, relief, dan monumen.

Museum Perjuangan TNI memiliki beberapa koleksi, di antaranya foto Ki Hajar Dewantara, yang dikenal sebagai bapak Pendidikan Indonesia. Selain itu, koleksi lukisan yang menggambarkan peristiwa deklarasi dan pertempuran di kawasan Medan antara 1945-1948 juga dipajang di museum ini Melalui lukisan-lukisan tersebut, pengunjung dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang kronologi sejarah yang signifikan.

Ruang pertama yang akan ditemui oleh pengunjung adalah ruang pertemuan, tempat di mana pakaian dan perlengkapan perang, lukisan karya Sebayang, seorang seniman Karo, serta bendera merah putih yang pertama kali dikibarkan di kota Medan. Di samping itu, senjata-senjata yang pernah digunakan oleh tentara Belanda juga dapat ditemukan di sini, bersama dengan tongkat-tongkat dan koleksi foto pahlawan yang dipersembahkan dalam lukisan-lukisan bersejarah. Semua artefak ini tersusun dengan teratur, memudahkan pengunjung untuk mengamati dengan saksama. Pengunjung diwajibkan untuk mematuhi aturan dan ketentuan yang diberlakukan oleh museum guna menjaga keamanan benda-benda bersejarah yang ada di dalamnya agar tetap dapat dinikmati oleh generasi muda.

Selanjutnya, terdapat ruangan bendera batalyon, yang menampilkan berbagai jenis perlengkapan perang yang digunakan oleh tentara Indonesia pada masa penjajahan. Pengunjung dapat melihat beragam senjata yang dimiliki oleh Indonesia pada periode tersebut. 

Ruangan khusus lainnya dalam museum ini adalah ruangan yang diisi dengan rempah-rempah kolonial dan peralatan kesehatan pasca kemerdekaan. Di dalamnya, koleksi peralatan militer juga dapat ditemukan, termasuk senjata-senjata yang pernah menjadi jarahan dari penjajah seperti Jepang dan Belanda. 

author

Karina Wanda, S.Pd., M.Pd.

Dosen PGSD Konsentrasi IPS di FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Mahasiswa Program Doktoral Universitas Negeri Yogyakarta

0 Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

you may also like

  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Al Washliyah
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Koleksi dan Galeri Raz
  • by Karina
  • 10 August 2026
Open Air Museum Rumah Bolon Purba
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Zoologi
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Simalungun
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Pusaka Karo
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Sumatera Utara
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Kota Tebing Tinggi
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Karo Lingga
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Juang 45 Sumatera Utara
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Daerah Kabupaten Langkat
  • by Karina
  • 09 August 2026
Museum Balai Budaya Batak Arjuna
  • by Karina
  • 25 January 2024
Museum Daerah Deli Serdang
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Bukit Barisan
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Upside Down World
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Pusaka Nias
  • by Karina
  • 17 January 2024
Museum Gedung Arca
  • by Karina
  • 17 January 2024
Museum Huta Bolon Simanindo
  • by Karina
  • 17 January 2024
Pusat TB Silalahi
  • by Karina
  • 17 January 2024
Rumah Tjong A Fie
  • by Karina
  • 12 January 2024
Museum Kotta Cinna