18 August 2026

Museum Juang 45 Sumatera Utara

Mengenal Museum di Sumatera Utara


Museum Juang 45 Sumatera Utara atau Gedung Juang 45 adalah sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan perlengkapan, peralatan, dan persenjataan yang digunakan selama perjuangan kemerdekaan. Selain itu, museum ini juga menampilkan alat tukar pembayaran dari berbagai zaman. Pada 18 Agustus 2023, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meresmikan museum ini.

Museum ini adalah satu-satunya museum yang ada di wilayah Asahan dan Tanjungbalai, yang sebelumnya merupakan satu kesatuan daerah. Terletak di Jalan Cokro Aminoto Kisaran, museum ini berfungsi sebagai wisata edukasi bagi pelajar untuk mengenal dan mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan peristiwa yang pernah terjadi di Asahan pada masa lalu.

Museum ini memamerkan puluhan barang kuno yang didominasi oleh peninggalan dari kesultanan, zaman kolonial Belanda, serta koleksi barang dari perkebunan karet. Koleksi tersebut mencerminkan sejarah Asahan sebagai salah satu penghasil karet terbesar pada masa penjajahan, dengan hasil karet yang diekspor hingga ke Eropa. Barang-barang tersebut menunjukan kehidupan dan ekonomi wilayah Asahan pada masa lalu, menyoroti peran wilayah ini dalam perdagangan karet global.

Salah satunya adalah mangkuk getah karet berbahan keramik yang berasal dari PT HAPM (Holand America Plantation Mascapai), sebuah perusahaan yang berdiri pada tahun 1888 di Kisaran dan kemudian berganti nama menjadi PT Bakrie Sumatera Plantation (BSP). Selain itu, terdapat senjata turunan kesultanan Asahan seperti pisau tumbuk lada, keris, senapang, dan pedang yang merupakan peninggalan pejuang di Asahan.

Koleksi lainnya meliputi barang-barang dari masa perkebunan karet, seperti mesin tik kuno, telepon, dan pakaian adat, serta barang mewah seperti timbangan emas, pipa tembakau dari nikel, dan lampu hias. Museum ini juga menampilkan peninggalan bersejarah lainnya, seperti tiang tempat tidur yang berasal dari Tuan Syekh Silau Laut, seorang ulama yang berpengaruh dan pejuang agama Islam pada awal abad ke-19, yang memiliki peran penting bagi masyarakat Asahan.

Lalu, museum ini menampilkan foto-foto pahlawan dan kondisi Kota Kisaran pada masa penjajahan, termasuk bangunan-bangunan peninggalan Belanda seperti kantor pemerintahan, stasiun kereta api, dan jembatan. Museum ini menunjukan peran tokoh-tokoh perjuangan di provinsi ini, baik yang telah diakui sebagai Pahlawan Nasional maupun yang sedang dalam proses pengakuan oleh negara, seperti Tuan Arsyad Thalib Lubis. Selain itu, peninggalan sejarah masa lalu juga menjadi fokus, termasuk senjata sebagai alat perang, alat komunikasi seperti radio dan mesin tik, sepeda tua, serta koleksi lembaran surat kabar dari periode sekitar peristiwa kemerdekaan.

author

Karina Wanda, S.Pd., M.Pd.

Dosen PGSD Konsentrasi IPS di FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara dan Mahasiswa Program Doktoral Universitas Negeri Yogyakarta

0 Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

you may also like

  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Al Washliyah
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Koleksi dan Galeri Raz
  • by Karina
  • 10 August 2026
Open Air Museum Rumah Bolon Purba
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Zoologi
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Simalungun
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Pusaka Karo
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Sumatera Utara
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Kota Tebing Tinggi
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Karo Lingga
  • by Karina
  • 10 August 2026
Museum Daerah Kabupaten Langkat
  • by Karina
  • 09 August 2026
Museum Balai Budaya Batak Arjuna
  • by Karina
  • 25 January 2024
Museum Daerah Deli Serdang
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Bukit Barisan
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Upside Down World
  • by Karina
  • 19 January 2024
Museum Pusaka Nias
  • by Karina
  • 17 January 2024
Museum Gedung Arca
  • by Karina
  • 17 January 2024
Museum Huta Bolon Simanindo
  • by Karina
  • 17 January 2024
Pusat TB Silalahi
  • by Karina
  • 17 January 2024
Rumah Tjong A Fie
  • by Karina
  • 12 January 2024
Museum Kotta Cinna